Posted on Leave a comment

Bagaimana Menyikapi Masalah dalam Bisnis dengan Profesional?

Ketika menjalani sebuah bisnis, para pebisnis biasanya akan menemukan sejumlah masalah, seperti karyawan yang tidak disiplin, tidak produktif, atau tidak mematuhi peraturan, keuangan kantor yang sering tidak stabil, kehilangan konsumen, produk yang gagal, dan lain sebagainya. Masalah-masalah ini biasanya akan membebani pikiran dan membuat para pebisnis kehilangan mood. Bagian terburuknya adalah beberapa dari mereka bahkan menjadi stres dan akhirnya jatuh sakit. Btw, apakah Anda seorang pebisnis? Jika ya, bagaimana Anda menyikapi masalah dalam bisnis secara profesional? Temukan jawabannya di bawah ini:

Hindari terbawa emosi

Menyelesaikan masalah dengan emosi adalah suatu kesalahan karena masalah tidak akan selesai dan masalah baru yang justru akan dihadapi. Selain itu, terbawa emosi ketika menghadapi masalah akan memungkinkan Anda untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan. Misalnya, jika ada karyawan Anda yang tidak disiplin dan Anda menyelesaikan masalah ini dengan emosi, ada kemungkinan bahwa Anda akan melakukan tindak kekerasan, mengeluarkan kata-kata kasar, atau bahkan berakhir dengan perkelahian yang menimbulkan cedera personal. Begitu juga bila Anda sedang ada masalah dengan keuangan perusahaan yang sering tidak stabil, karena terbawa emosi Anda bisa saja memecat karyawan-karyawan tertentu yang dianggap sudah menyelewengkan dana perusahaan padahal tidak ada bukti sama sekali. Sadari bahwa terbawa emosi ketika menyelesaikan masalah hanya akan mendatangkan kerugian untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Telaah dan selidiki akar masalahnya

Sah-sah saja jika Anda merasa kaget, kesal, marah, atau bahkan tidak percaya saat mengalami masalah bisnis karena ini semua adalah reaksi normal. Namun, hal ini sebaiknya tidak dilakukan berlarut-larut agar masalahnya bisa segera diselesaikan. Ingat untuk tidak terburu-buru mengambil tindakan sebelum tahu apa akar masalah sebenarnya. Maka dari itu, telaah dan selidiki dulu penyebab dari masalah tersebut agar Anda bisa menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Apabila Anda kebingungan untuk menemukan akar permasalahan, Anda bisa tanyakan kepada orang-orang yang terlibat dalam masalah tersebut. Sebagai contoh, jika masalah terletak pada keuangan perusahaan yang tidak stabil, Anda bisa bertanya kepada karyawan yang menghandle atau membuat bookkeeping perusahaan agar tahu kemana saja aliran dana dan hal-hal apa saja yang membuat pengeluaran perusahaan membengkak. Begitu juga ketika ada masalah dengan produktivitas kerja karyawan yang menurun, Anda bisa bertanya kepada mereka langsung mengapa hal ini bisa terjadi agar Anda bisa menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.

Diskusikan dengan staf untuk menemukan solusi yang tepat

Jika Anda takut salah dalam mengambil solusi atau Anda ragu akan resiko atau dampak dari solusi yang ingin diambil, tak ada salahnya untuk mendiskusikan hal tersebut kepada staf kepercayaan agar menemukan solusi yang tepat. Jangan pernah berpikir bahwa semua hal yang Anda putuskan semuanya benar. Terkadang, Anda harus mendengarkan pendapat orang lain yang mungkin bisa membawa dampak positif dan mengurangi resiko-resiko yang dapat merugikan perusahaan.

Posted on Leave a comment

Meminimalisir Kerugian dalam Usaha

Salah satu hal tidak diinginkan oleh para pengusaha adalah mengalami kerugian karena hal ini dapat membuat usaha mereka macet atau bahkan mengalami kebangkrutan. Maka dari itulah para pelaku usaha bekerja keras dan rela melakukan banyak hal agar usaha mereka tidak mengalami kerugian. Masalahnya adalah beberapa dari mereka justru melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dibenarkan dalam menjalankan usaha, seperti melakukan pengurangan jumlah produk, menggunakan timbangan yang tidak valid, mengirim produk yang tidak berkualitas, dan lain sebagainya. Alhasil, mereka pun mengalami kerugian. Btw, apabila Anda adalah seorang pengusaha, apa yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir kerugian dalam menjalankan usaha? Jika Anda masih bingung atau butuh bantuan untuk menjawab pertanyaan ini, silahkan temukan jawabannya di bawah ini:

Produksi produk sesuai permintaan pasar

Sebagian pengusaha berlomba-lomba untuk memproduksi banyak produk padahal mereka tidak tahu seberapa besar permintaan pasar untuk produk mereka. Hal inilah yang membuat produk mereka banyak yang tidak laku dan mengalami kerugian. Untuk itu, produksi produk sesuai permintaan pasar saja. Bagaimana cara mengetahui seberapa besar permintaan pasar terhadap produk? Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan uji coba selama satu atau dua bulan dengan memproduksi belasan atau puluhan produk lalu pasarkan. Kedua, lihat hasil dari penjualan tersebut. Apabila seluruh produk ludes, itu artinya permintaan pasar cukup besar dan disarankan untuk memproduksi lebih banyak lagi tapi jangan berlebihan.

Hindari mempekerjakan terlalu banyak pegawai

Apabila Anda berpikir untuk merekrut karyawan baru, alangkah baiknya untuk dipikirkan terlebih dahulu. Mengapa? Dengan mempekerjakan karyawan baru, itu artinya bahwa pengeluaran usaha Anda akan bertambah. Ya, Anda harus menggaji mereka, bukan? Bagaimana jika memang usaha sedang maju dan banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan? Sadari bahwa Anda hidup di zaman modern yang penuh dengan teknologi canggih. Itu berarti bahwa ada banyak pekerjaan yang tidak harus dikerjakan oleh banyak orang, cukup satu atau dua orang saja. Sebagai contoh, untuk urusan pembukuan, Anda bisa mempekerjakan satu pegawai saja dan sisanya gunakan software bookkeeping untuk meringankan pekerjaannya. Begitu juga kasir, Anda bisa menggunakan software tertentu untuk meringankan pekerjaan kasir sehingga Anda tak harus mempekerjakan lebih banyak karyawan. Cara ini dapat menghemat pengeluaran.

Hemat listrik dan air

Ini adalah hal sederhana yang bisa menghemat pengeluaran. Yap, menghemat penggunaan listrik dan air di tempat usaha. Minta seluruh karyawan untuk tidak menyalakan listrik dan air bila sedang tidak digunakan atau setelah jam kerja selesai. Dengan demikian, biaya listrik dan air bisa dikurangi dan hal ini juga dapat mengurangi pengeluaran setiap bulannya. Namun ingat bahwa hal ini bukanlah hal yang menjadikan Anda sebagai pengusaha yang pelit. Jika memang ada karyawan yang harus lembur, listrik harus tetap dinyalakan sesuai kebutuhan mereka.